Our Location
Jalan Tirtodipuran, No. 15, Mantrijeron, Yogyakarta
Nocturne: Di Antara
Malam bukan hanya waktu. Ia adalah keadaan. Di dalam keadaan itu, ada sesuatu yang tidak bisa sepenuhnya dijelaskan, yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang pernah terbangun tanpa bisa bergerak, yang pernah melihat sesuatu di sudut kamar ketika tubuh menolak untuk bereaksi. Dari pengalaman yang sangat manusiawi itulah Nocturne hadir.
Kami memilih untuk tidak menjelaskan pameran ini terlalu jauh sebelum Anda masuk ke dalamnya. Karena penjelasan yang terlalu lengkap adalah musuh dari pengalaman yang sesungguhnya. Fahmi Azis sendiri memilih judul Nocturne justru karena ia ingin membiarkan sebuah pertanyaan tetap terbuka. Ia percaya bahwa rasa penasaran adalah cara terbaik untuk mulai melihat karya.
Nocturne bukan tentang malam dalam arti harfiahnya. Ia adalah ruang antara, tempat di mana kesadaran belum sepenuhnya pulang dan tubuh belum sepenuhnya bangun. Di sana, kata Azis, muncul sebuah keheningan yang terasa sangat personal. Keheningan yang tidak kosong, melainkan penuh dengan sesuatu yang sulit diberi nama.
Karya-karya grafis menyambut Anda di ruang galeri. Masing-masing berdiri sendiri, dan kesemuanya berbicara dalam satu bahasa yang sama. Bahasa yang tidak mengenal ruang kosong. Setiap bidang gambar tumbuh penuh dengan ornamen sulur melingkar di border, pola dekoratif mengisi latar, simbol bertumpuk di atas simbol lainnya. Bukan karena Azis takut pada kekosongan, melainkan karena
kekosongan memang tidak ada dalam pengalaman yang ia terjemahkan. Sleep paralysis yang seniman alami tidak datang dengan jeda. Ia memenuhi segalanya sekaligus.
Palet yang Azis gunakan bergerak antara dua kutub. Pada sebagian karya, abu- abu dan putih membangun suasana yang dingin dan pengap, seperti kamar yang tiba-tiba terasa asing di tengah malam. Pada karya yang lain, emas dan coklat hadir dengan ketenangan yang justru membuat tidak nyaman, seperti sesuatu yang terlalu diam untuk dipercaya. Keduanya adalah wajah dari pengalaman yang sama, hanya dilihat dari sudut yang berbeda.
Pameran ini juga menandai satu babak yang menutup diri. Nocturne adalah titik akhir dari perjalanan Azis bersama tema sleep paralysis yang telah ia alami selama beberapa tahun. Sebuah pintu yang menutup dengan pelan, sebelum pintu lain mulai terbuka.
Kami percaya bahwa seni yang baik tidak memberikan jawaban. Ia hanya membuka pintu, lalu membiarkan kita berdiri di ambangnya sendiri.
Selamat menyaksikan.

Catalog Nocturne