Fluorescent Adolescent – Denny Saiful Anwar

Galeri Sumsum lahir sebagai ruang pamer yang ingin membersamai seniman muda dalam proses berkarya. Pameran tunggal Denny Saiful Anwar hadir sebagai bagian dari semangat tersebut. Denny, dalam pamerannya kali ini, selain menunjukkan keterampilan visual, juga menandakan sebuah sikap: bagaimana seorang seniman muda membaca ulang tanda-tanda zaman, dan menegosiasikan posisi dirinya di tengah pusaran perubahan sosial.
Fluorescent Adolescent yang dipilihnya sebagai judul pameran sekilas terdengar sebagai gema dari lagu Arctic Monkeys dengan judul yang sama. Namun lebih jauh, seniman menggunakannya untuk menyingkap paradoks masa muda: berani sekaligus getas, terang silau tapi menyesakkan, dan letupan energi yang selalu terancam dengan ketidakpastian masa depan. Karya-karyanya memperlihatkan upaya menyeberang dari ruang personal menuju lanskap sosial yang lebih luas.
Dalam perjalanan itu, Denny memvisualkan pandangannya atas kehidupan kota dan desa. Ia mencatat bagaimana desa telah diserap oleh arus modernitas hingga wajahnya nyaris tak dikenali lagi. Desa menyisakan orang-orang tua yang terjebak dalam gegar budaya Barat, antara nostalgia dan keterasingan. Ketegangan ini, antara yang urban dan yang rural, antara ingatan dan keterputusan, hadir sebagai lapisan penting dalam karya-karyanya.
Lewat Alone Together—apropriasi atas Nighthawks (1942) karya Edward Hopper—Denny menegaskan bahwa keterasingan bukan lagi monopoli kota metropolitan. Hopper yang dikenal dengan atmosfer sunyi ia ubah menjadi lebih benderang, seolah ingin menguji kembali apakah keriuhan visual mampu menutupi kecemasan yang dialami orang muda.
Dengan Fluorescent Adolescent, Denny membuka ruang bagi kita untuk ikut meraba kegelisahan, keberanian, sekaligus absurditas menjadi muda di tengah masyarakat yang terus bergerak, tapi sekaligus tersendat.

Denny Saiful

Katalog Fluorescent Adolescent