Our Location
Jalan Tirtodipuran, No. 15, Mantrijeron, Yogyakarta

Under The Blanket
Suatu sore, kami bercakap-cakap dengan Aprilia El Shinta atau yang akrab dipanggil Agris, mengenai beberapa pameran tunggalnya sebelumnya, juga perjalanan berkaryanya. Ada pameran yang berangkat dari hubungannya dengan nenek, ada pula yang berbicara tentang pertemanan. Kali ini, di Sumsum, Agris kembali membawa sesuatu yang sangat personal ke dalam praktiknya: tentang bapak.
Kami sadar bahwa pembicaraan semacam ini tidak pernah sederhana. Ada hal-hal yang melelahkan untuk diceritakan kembali, apalagi ketika pengalaman yang sangat personal kemudian harus diolah menjadi karya dan dipertontonkan kepada orang lain. Seniman perlu merogoh bagian-bagian dirinya yang mungkin tidak selalu ingin disentuh, lalu mencari cara untuk berdamai dengannya, atau setidaknya menjadi cukup legawa untuk membiarkannya hadir di hadapan publik.
Under The Blanket tumbuh dari proses tersebut. Dari ingatan, kehilangan, kebiasaan, dan kejadian-kejadian yang terus muncul kembali hingga perlahan terasa seperti sebuah pola. Selimut menjadi titik penting dalam perjalanan Agris membaca kembali pengalaman-pengalaman itu. Ia adalah sesuatu yang akrab dan sederhana, tetapi juga menjadi ruang untuk berlindung, bersembunyi, mengingat, dan menghadapi hal-hal yang mungkin terasa terlalu berat ketika berada di luar sana.
Menariknya, semua itu hadir melalui karya-karya dengan warna yang lembut. Pink, ungu, oranye, dengan sapuan cat air yang muncul di sana-sini. Ada sesuatu yang hampir manis dalam cara warna-warna tersebut memenuhi bidang gambar. Namun kelembutan itu tidak serta-merta berarti ketenangan. Jika disingkap perlahan, di balik warna-warna tersebut terdapat kegetiran yang lain.
Mungkin di situlah karya-karya Agris menemukan kekuatannya. Ia tidak perlu berteriak untuk membicarakan kehilangan, ketakutan, atau ingatan yang terus kembali. Semua itu hadir dengan pelan, sebagaimana sesuatu yang kita temukan ketika menarik selimut sedikit demi sedikit.
Melalui Under The Blanket, Agris membuka sebagian kecil dari ruang yang selama ini ia simpan untuk dirinya sendiri. Kami mengundang Anda untuk masuk ke ruang tersebut dengan perlahan, melihat fragmen-fragmen yang ia tinggalkan, dan mungkin menemukan sesuatu yang terasa akrab di dalamnya.
Sebab pada akhirnya, setiap orang mungkin memiliki selimutnya sendiri: sesuatu yang kita gunakan untuk merasa aman, sekaligus sesuatu yang menyimpan hal-hal yang belum selesai kita pahami.
Sumsum Gallery

Catalog Under The Blanket